<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>ilmu rayap</title>
	<atom:link href="http://ilmurayap.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ilmurayap.blogdetik.com</link>
	<description>Catatan ilmu rayap di dunia maya</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 11:59:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Rencana penghentian sementara</title>
		<link>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/07/23/rencana-penghentian-sementara/</link>
		<comments>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/07/23/rencana-penghentian-sementara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 11:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmurayap</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Rencana penghentian sementara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmurayap.blogdetik.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Rencana penghentian sementara (moratorium) penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) yang akan diberlakukan Kementerian Dalam Negeri mulai tahun depan, disambut baik Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Kuryana Azis.

“Tak ada masalah bagi Pemkab OKU, karena PNS kita sudah mencukupi untuk melakukan pelayanan publik dan menjalankan roda pemerintahan. Tapi, rencana moratorium ini kan belum final, karena masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/07/23/rencana-penghentian-sementara/">Rencana penghentian sementara</a> (moratorium) penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) yang akan diberlakukan Kementerian Dalam Negeri mulai tahun depan, disambut baik Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Kuryana Azis.<br />
<span id="more-28"></span></p>
<p>“Tak ada masalah bagi Pemkab OKU, karena PNS kita sudah mencukupi untuk melakukan pelayanan publik dan menjalankan roda pemerintahan. Tapi, rencana moratorium ini kan belum final, karena masih akan dibahas oleh pemerintah pusat,”jelasnya kemarin.</p>
<p>Kuryana menegaskan, jika pemerintah benar-benar mengesahkan moratorium, pihaknya siap melaksanakan kebijakan tersebut.“Intinya,Pemerintah Kabupaten OKU hanya bersifat menunggu apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat,”tukasnya. Berdasarkan data yang diperolehan dari Bagian KeuanganSetdaOKU, jumlah PNS yang ada dilingkungan Pemkab OKU berjumlah 6.825 pegawai.</p>
<p>Mereka tersebar di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di kecamatan hingga sekretariat desa. Sementara itu, rencana pemberlakuan moratorium penerimaan PNS yang akan diberlakukan pemerintah pusat cukup meresahkan kalangan honorer daerah. Demikian catatan online <a href="http://ilmurayap.blogdetik.com/">ilmu rayap</a> yang berjudul Rencana penghentian sementara.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/07/23/rencana-penghentian-sementara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerja proyek jalan tol</title>
		<link>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/05/31/pekerja-proyek-jalan-tol/</link>
		<comments>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/05/31/pekerja-proyek-jalan-tol/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 13:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmurayap</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Pekerja proyek jalan tol]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmurayap.blogdetik.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Kontes SEO &#8211;&#62;&#62; Yuliardi (19), pekerja proyek jalan tol yang menjadi korban kecelakaan di jalur tol dalam kota, Senin (30/5/2011) dini hari, sudah diizinkan pulang oleh pihak Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan.
&#8220;Dokter sudah mengizinkan dia pulang sore ini,&#8221; ungkap Titi Wahyuni, Pengawas PR RSPP, kepada media di ruang kerjanya, Selasa (31/5/2011). Titi menjamin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/" target="_blank">Kontes SEO</a> &#8211;&gt;&gt; Yuliardi (19), pekerja proyek jalan tol yang menjadi korban kecelakaan di jalur tol dalam kota, Senin (30/5/2011) dini hari, sudah diizinkan pulang oleh pihak Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan.</p>
<p>&#8220;Dokter sudah mengizinkan dia pulang sore ini,&#8221; ungkap Titi Wahyuni, Pengawas PR RSPP, kepada media di ruang kerjanya, Selasa (31/5/2011). Titi menjamin kondisi fisik pasien yang ditangani pihaknya sudah memungkinkan untuk dipulangkan walaupun baru sehari menjalani operasi.<br />
<span id="more-27"></span></p>
<p>&#8220;Kalau dokter menyatakan pasien sudah boleh pulang, itu artinya sudah dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah sembuh. Bisa karena sudah sembuh total, bisa juga tinggal menjalani rawat jalan,&#8221; ujar Titi.</p>
<p>Selanjutnya, Yuliardi akan menjalani perawatan jalan. Ia masih harus menjalani pengecekan kondisi kakinya. &#8220;Mungkin seminggu sekali masih harus dicek (kakinya). Tapi, tergantung pasiennya, mau dicek di sini (RSPP) atau di rumah sakit lain yang lebih dekat,&#8221; lanjut Titi.</p>
<p>Yuliardi baru sehari sebelumnya menjalani operasi di atas telapak kaki kirinya yang mengalami keretakan. Operasi dilakukan setelah ia mengalami kecelakaan saat bekerja dalam proyek perbaikan jalan tol dalam kota arah Pluit-Tanjung Priok, Senin dini hari kemarin.</p>
<p>Sebuah mobil yang dikendarai Dedkovskly-Ilya, anggota staf Kedubes Rusia, menyerobot tanda pembatas perbaikan jalan dan menyenggol gerobak bahan perbaikan jalan yang sedang dibawa Yuliardi. Tubuhnya pun disebutkan terempas ke jalan dan berakibat keretakan pada ankle kirinya. Selain keretakan itu, tangan kanannya terlihat memar dan terdapat sejumlah luka lecet di tangan dan kakinya.</p>
<p>Yuliardi kemudian dilarikan ke RSPP oleh teman-temannya. &#8220;Dia tercatat masuk RSPP pada Senin (30/5/2011) pukul 03.48. Banyak orang yang mengantar dia, katanya sih teman-temannya,&#8221; kata Titi. Support untuk <a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/category/kontes-seo" target="_blank">Kontes SEO</a></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/05/31/pekerja-proyek-jalan-tol/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Di muka Kongres Amerika Serikat</title>
		<link>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/05/13/di-muka-kongres-amerika-serikat/</link>
		<comments>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/05/13/di-muka-kongres-amerika-serikat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 03:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmurayap</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/05/13/di-muka-kongres-amerika-serikat/</guid>
		<description><![CDATA[Di muka Kongres Amerika Serikat, dalam kunjungan pertamanya ke negeri itu (16 Mei-3 Juni 1956), Bung Karno dengan kepercayaan diri yang tinggi berpidato menguraikan Pancasila.
Setiap sila disebutkan, hadirin bertepuk riuh, diakhiri dengan aplaus panjang. Tampak di sana, betapapun rumusan Pancasila itu digali dari bumi Indonesia, kandungan nilainya bisa diterima secara universal.

Keberanian Bung Karno mengampanyekan Pancasila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di muka Kongres Amerika Serikat, dalam kunjungan pertamanya ke negeri itu (16 Mei-3 Juni 1956), Bung Karno dengan kepercayaan diri yang tinggi berpidato menguraikan Pancasila.</p>
<p>Setiap sila disebutkan, hadirin bertepuk riuh, diakhiri dengan aplaus panjang. Tampak di sana, betapapun rumusan Pancasila itu digali dari bumi Indonesia, kandungan nilainya bisa diterima secara universal.<br />
<span id="more-25"></span><br />
Keberanian Bung Karno mengampanyekan Pancasila kepada dunia kembali disampaikan dalam pidatonya di PBB, 30 September 1960, yang berjudul \&#8221;To Build the World Anew\&#8221;. Ia menyangkal pendapat seorang filsuf Inggris, Bertrand Russel, yang membagi dunia ke dalam dua poros ideologis.</p>
<p>\&#8221;Maafkan, Lord Russell. Saya kira Tuan melupakan adanya lebih dari 1.000 juta rakyat, rakyat Asia dan Afrika, dan mungkin pula rakyat Amerika Latin, yang tidak menganut ajaran Manifesto Komunis ataupun Declaration of Independence.\&#8221;</p>
<p>Selanjutnya ia katakan, Indonesia tidak dipimpin oleh kedua paham itu, tidak mengikuti konsep liberal ataupun komunis. \&#8221;Dari pengalaman kami sendiri dan dari sejarah kami sendiri, tumbuhlah sesuatu yang lain, sesuatu yang jauh lebih sesuai, sesuatu yang jauh lebih cocok. Demikian catatan online <a href="\">ilmurayap</a> tentang Di muka Kongres Amerika Serikat.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/05/13/di-muka-kongres-amerika-serikat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bidang Penindakan Chandra M Hamzah</title>
		<link>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/05/13/wakil-ketua-komisi-pemberantasan-korupsi-bidang-penindakan-chandra-m-hamzah/</link>
		<comments>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/05/13/wakil-ketua-komisi-pemberantasan-korupsi-bidang-penindakan-chandra-m-hamzah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 03:29:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmurayap</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmurayap.blogdetik.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bidang Penindakan Chandra M Hamzah mengklarifikasi pemberitaan terkait adanya oknum KPK yang memeras salah satu tersangka dugaan suap pembangunan wisma atlet, Mindo Rosalina Manulang.
Chandra mengatakan, oknum yang menerima uang dari Rosa itu bukan karyawan KPK dan bukan seorang penegak hukum. &#8220;Namanya belum bisa disebutkan, saat ini sedang dilakukan penyidikan internal,&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/05/13/wakil-ketua-komisi-pemberantasan-korupsi-bidang-penindakan-chandra-m-hamzah/">Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bidang Penindakan Chandra M Hamzah</a> mengklarifikasi pemberitaan terkait adanya oknum KPK yang memeras salah satu tersangka dugaan suap pembangunan wisma atlet, Mindo Rosalina Manulang.</p>
<p>Chandra mengatakan, oknum yang menerima uang dari Rosa itu bukan karyawan KPK dan bukan seorang penegak hukum. &#8220;Namanya belum bisa disebutkan, saat ini sedang dilakukan penyidikan internal,&#8221; kata Chandra dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/5/2011).<br />
<span id="more-23"></span><br />
Sebelumnya, sebuah media online memberitakan bahwa Rosa dimintai uang senilai Rp 1 miliar oleh oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK.</p>
<p>Chandra mengatakan, pimpinan KPK memperoleh informasi terkait hal tersebut dari Rosa pada akhir April. &#8220;Begitu mendapat informasi mengenai hal ini, pimpinan segera mengeluarkan surat perintah tugas menyelidiki kebenaran berita tersebut, melakukan pengumpulan informasi,&#8221; ungkap Chandra.</p>
<p>Setelah dua minggu bekerja, lanjutnya, Direktorat Pengawasan Internal KPK yang ditugaskan menelusuri informasi tersebut menemukan bahwa si pemeras bukanlah anggota KPK.</p>
<p>Chandra juga mengatakan bahwa pemerasan terhadap Rosa itu tidak berkaitan dengan kasus dugaan suap wisma atlet yang menjerat Rosa, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, dan pengusaha PT Duta Graha Indah Mohamad El Idris sebagai tersangka.</p>
<p>&#8220;Kejadiannya sebelum kita melakukan penyidikan kasus Sesmenpora, kurun waktunya 2010 sampai sebelum penangkapan (Rosa),&#8221; kata Chandra.</p>
<p>Namun, kasus pemerasan terahadap Rosa tersebut, lanjut Chandra, berkaitan dengan kasus lain yang sedang ditelusuri KPK. &#8220;Mohon maaf, kasus apa, kami tidak dapat sampaikan,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Saat ini Direktorat Pengawasan Internal tetap melanjutkan pemeriksaannya, pengumpulan keterangan, dan info agar pada saatnya nanti KPK secara institusi bisa menyampaikan kepada publik apa yang terjadi. Yang jelas tidak ada kaitannya dengan kasus wisma atlet,&#8221; pungkas Chandra. Demikian catatan online <a href="http://ilmurayap.blogdetik.com/">ilmurayap</a> tentang Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bidang Penindakan Chandra M Hamzah.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/05/13/wakil-ketua-komisi-pemberantasan-korupsi-bidang-penindakan-chandra-m-hamzah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kali Putih</title>
		<link>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/01/24/kali-putih/</link>
		<comments>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/01/24/kali-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 04:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmurayap</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmurayap.blogdetik.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Kali Putih di Desa Jumoyo Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah yang meluapkan material Gunung Merapi hingga menyebabkan banjir lahar dingin, saat ini menjadi objek wisata warga setempat hingga luar kota.
&#8220;Saya ingin lihat langsung bagaimana material merapi itu, apalagi rumah saya juga cukup dekat dengan kali,&#8221; kata Siti (36) warga Prambanan di lokasi lahar dingin Kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kali Putih" href="http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/01/24/kali-putih/" target="_self">Kali Putih</a> di Desa Jumoyo Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah yang meluapkan material Gunung Merapi hingga menyebabkan banjir lahar dingin, saat ini menjadi objek wisata warga setempat hingga luar kota.</p>
<p>&#8220;Saya ingin lihat langsung bagaimana material merapi itu, apalagi rumah saya juga cukup dekat dengan kali,&#8221; kata Siti (36) warga Prambanan di lokasi lahar dingin Kali Putih, Magelang, Minggu (23/1/2011).<br />
<span id="more-22"></span><br />
Siti datang ke Kali Putih bersama suami dan anaknya, selain untuk melihat langsung material merapi juga untuk menghabiskan hari libur.</p>
<p>Ia mengaku takut jika banjir lahar dingin juga terjadi di daerah tempat tinggalnya sebab rumahnya hanya berjarak tiga rumah dari kali Opak.</p>
<p>Ramainya warga yang mengunjungi Kali Putih dimanfaatkan Asih (45) untuk berdagang minuman membantu ekonomi keluarga.</p>
<p>&#8220;Sejak ada kejadian banjir lahar dingin merapi banyak yang datang kemari, tidak cuma warga Magelang tapi juga dari luar kota,&#8221; kata Asih.</p>
<p>Pendapatan yang diperoleh Asih juga cukup lumayan untuk membantu perekonomian keluarga terutama pada hari libur dagangannya laris terjual.</p>
<p>Kesempatan yang sama juga dimanfaatkan oleh Joko (25) yang berdagang video cakram (CD) mengenai erupsi merapi.</p>
<p>Selain berdagang CD, Joko juga menjual gantungan kunci sebagai cendera mata.</p>
<p>&#8220;Pendapatannya lumayan, apalagi kalau hari libur seperti ini,&#8221; ujar Joko yang mengaku menjual dagangannya Rp 20 ribu per keping. Demikian catatan online <a title="ilmu rayap" href="http://ilmurayap.blogdetik.com/" target="_self">ilmu rayap</a> tentang Kali Putih.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmurayap.blogdetik.com/2011/01/24/kali-putih/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.835 seconds -->

